Tuesday, October 11, 2011

Menyetek Tanaman Perdu




SEBENARNYA menanam tanaman perdu cukup mudah yakni melalui stek.Walaupun mudah,tapi kalau tidak tahu dalam hal vercocok tanam,maka tanaman perdu—semacam melati,remujung,anggur dan lainnya—tidak akan mudah tumbuh dengan baik.Bahkan tidak akan tumbuh sama sekali. Mengapa demikian? Sebab,system stek juga mengundang risiko gagal sekalipun kecil,baik karena akar tidak keluar akibat terjadinya pembusukan. Walau system perbanyakannya sama yakni stek,tapi tiap tanaman mempunyai sifat dan kebiasaan berbeda-beda.Karena itu perlu sedikit pengetahuan dan persiapan matang,terutama yang menyangkut media tanam,peralatan dan bahan-bahan yang diperlukan untuk melakukan penyetekan. Media tanam yang baik untuk tanaman remujung misalnya,yaitu campuran tanah 25 persen,pupuk kandang 50 persen dan pasir 25 persen. Untuk menghindari ancaman cacing nematode,maka media tanam itu perlu diberi insektisida khusus untuk cacing nematode. Kemudian media tanam untuk melati,yakni campuran pasir kasar,,cincangan batang pakis atau tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:2 ditambah dengan sedikit arang yang sudah remuk/bubuk. Sedangkan media tanam yang paling baik untuk tanaman anggur adalah campuran humus,mos dan pasir dengan perbandingan 2:1:1.Ketiga bahan itu sebaiknya diayak dulu sampai halus,kemudian baru dicampur dan disterilkan dengan cara mengukusnya pada suhu 80oC selama beberapa jam.Setelah itu, ukur derajat keasamannya; kalau angka pH-nya 6 ke atas,berarti sudah memadai untuk media tanam. Peralatan stek yang perlu dipersiapkan adalah pisau tipis yang tajam atau gunting potong yang tajam,pot atau polybag dan larutan zat pengatur tumbuh (ZPT) Hobsonal 5 EC.Bahan steknya bisa dari pucuk cabang yang sudah patah,potongan batang atau cabang maupun potongan akar. Untuk potongan atau bahan stek panjangnya minimal 10-15 cm dan memiliki 2-3 helai daun.Sementara ujung bawah dahan stek diruncingkan dengan cara memotongnya miring kira-kira 45 derajat.Untuk merangsang keluarnya akar lebih cepat,bahan stek kemudian direndam dalam larutan ZPT Hobsonal 5-EC,kemudian ditancapkan dalam pot atau polybag yang sudah diisi media tanam. Supaya tidak terjadi penguapan secara berlebihan,stek yang sudah ditanam itu dibungkus dengan plastik,dan diletakkan pada tempat yang sejuk dan lembab.Adapun suhunya sekitar 20-28oC,penyiraman hanya dilakukan kalau media tanamnya tampak kering.Hal ini untuk menghindari pembusukan stek.Sedangkan pemupukan cukup dengan beberapa butir NPK dan bisa pula diberikan dalam bentuk butiran atau larutan. Selama 1-4 minggu,kalau stek masih tetap hijau segar berarti penyetekan berhasil dengan baik.Namun,kalau stek kuning layu bisa jadi gagal.Bila stek sudah tumbuh dan daunnya sudah mencapai sekitar 8 helai,maka boleh dipindahkan ke tempat yang lebih terbuka.Kalau masih di dalam polybag, maka bisa dipindahkan ke pot atau langsung ke tanah.Sementara itu,untuk merangsang pertumbuhan dan produktivitas,maka sebulan sekali sebaiknya disemprot dengan ZPT Hobsonal 5-EC.

No comments:

Post a Comment