Wednesday, August 11, 2010

   BUDIDAYA RUMPUT GAJAH MINI
RUMPUT gajah mini sebenarnya masih satu rumpun dengan rumput gajah. Beda keduanya terletak pada bentuk daun: rumput gajah berdaun agak melebar, sedangkan daun rumput gajah mini lebih kecil. Karena itu, masyarakat menyebutnya rumput gajah mini.
Dengan bentuk daun yang tersusun rapi, penampilan rumput gajah mini terlihat lebih cantik ketimbang rumput jenis lainnya. Alasan ini pula yang mendorong sebagian besar masyarakat, terutama di daerah perkotaan, memilih rumput gajah mini sebagai tanaman penghias taman rumah. Hampir setiap penduduk yang bermukim di kompleks perumahan menaman rumput gajah mini.
Tingginya permintaan terhadap rumput gajah mini memacu sejumlah petani membudidayakannya lebih serius lagi. Apalagi, dari sisi bisnis, rumput ini juga memiliki keunggulan, yakni harganya terjangkau. Salah satu pembudidaya rumput gajah mini adalah guntoro sinox nursery Dia telah membudidayakan rumput gajah mini sejak tahun 2007.
Aditya menjual rumput gajah mini Rp 15.000 per meter persegi. Harga inisudah termasuk biaya pengangkutan dan pemasangan rumput pada area taman. Selain jenis biasa, Aditya juga menjual rumput gajah mini jenis varigata. Ini adalah jenis rumput gajah yang memiliki corak berupa garis keputihan pada daunnya. Harga jual rumput varigata lebih mahal, bisa sampai Rp 20.000 per meter persegi.
Dia bilang, Indo-Anthurium kebanjiran order permintaan gajah mini setiap musim penghujan datang. “Karena rumput ini tumbuh subur saat musim hujan,” katanya. Di musim penghujan, sinox nursery bisa menjual rumput gajah mini seluas 1 hektare (ha). Sementara pada saat kemarau, penjualannya hanya mencapai 500 meter persegi.
Selain karena pasokannya menipis, harga jual rumput di musim kemarau biasanya ikut melonjak. “Paling tinggi naiknya sekitar Rp 5.000 per meter persegi,” katanya. Pembudidaya lainnya adalah plengkung
Dengan bendera sari asri yang bertempat di bandungan kabupaten semarang, dia membudidayakan sejak tahun 2007. Dia membanderol rumput gajah mininya lebih mahal ketimbang harga jualan guntoro yakni Rp 20.000 per meter persegi. Tapi, harga itu termasuk garansi ganti baru jika rumput yang ditanam mati.
Menurut plengkung, ketika mendapat pesanan, dia tidak hanya menanam umput saja, melainkan juga merawat selama dua pekan. Selama perawatan dua pekan itu, plengkung akan memberikan pupuk bagi rumput dan mencabuti gulma yang mungkin tumbuh di sela-sela rumput gajah mini.
plengkung menjelaskan bahwa permintaan rumput gajah mini akan melejit menjelang akhir tahun. “Saat itu banyak perusahaan bikin proyek dan akan tutup buku,” katanya.Pada periode itu,plengkung bisa menjual hingga 3.000 meter persegi gajah mini. Pembelinya berasal dari dalam dan luar kota, seperti Sumatera dan Kalimantan.
Banjir order di saat musim penghujan

Dahulu, rumput Jepang pernah sangat populer sebagai penghias taman. Kini, rumput gajah mini yang naik daun. Pasalnya, perawatan rumput gajah mini lebih mudah. Bahkan, dua minggu tak disiram pun rumput ini bisa bertahan.
Beberapa buku dan literatur memuat informasi bahwa rumput gajah mini berasal dari Benua Amerika. Pada dekade 2000-an rumput ini masuk ke Indonesia dan mulai dibudidayakan di Bandung, Jawa Barat. Kala itu, harganya sangat mahal. Menurut sukirno, pemilik usaha ringin asri, harga rumput ini dahulu mencapai Rp 50.000 per meter persegi. “Dulu nama beken rumput ini, sesuai asalnya, rumput Brazil,” katanya.
Lambat-laun, harga rumput ini melorot karena banyak yang membudidayakannya. Sukirno sendiri membudidayakan rumut gajah mini dengan indukan. Alasannya, ia kesulitanmencari biji rumput ini untuk dibudidayakan. Sukirno menerangkan, untuk membudidayakan rumput ini, ia hanya butuh modal sepetak lahanrumput ukuran satu meter persegi. Rumput ini paling baik ditanam di atas tanah merah super, terutama pada lapisan kedua tanah itu.
Selama proses pengembangbiakan, rumput ini perlu nutrisi berupa pupuk natrium, fosfor, dan kalium (NPK). Berdasar pengalaman Sutarno, pupuk NPK paling bagus berasal dari Amerika Serikat. Harganya Rp 375.000-Rp 500.000 per 50 kilogram (kg). Dia tak menganjurkan penggunaan pupuk kotoran hewan. “Pemakaian pupuk ini mengundang munculnya rumput teki yang menjadi gulma,” katanya.
Berbeda dengan Sukirno, pembudidaya dan penjual rumput gajah mini lainnya, guntoro, justru memakai pupuk dari kotoran hewan. Pemilik sinox nursery ini mengatakan, sebelum menanam, sebaiknya pembudidaya memotong kecil-kecil indukan rumput dan memilah-milah akarnya.
Selanjutnya, potongan kecil tersebut tinggal dibenamkan ke dalam tanah dengan jarak tanam sekitar 20 sentimeter (cm). Tujuannya memberikan ruang bagi gajah mini untuk berbiak. “Selama sebulan, perkembangan rumput bisa terlihat,” kata guntoro.guntoro maupun Sutarno mengingatkan, selama proses pengembangbiakan gajah mini, kecukupan air tak boleh diabaikan. “Pada dua minggu pertama, penyiraman sebaiknya tiga kali sehari,” kata Sukirno.
Intensitas penyiraman bisa dikurangi setelah umur tanaman memasuki dua minggu sampai sebulan. Tanaman ini cukup disiram dua kali sehari. Lepas sebulan, penyiraman cukup sehari sekali. Sukirno juga mengingatkan, gajah mini sebaiknya di tanam di tempat dengan tingkat terpaan cahaya matahari sebesar 60%. Alasannya, jika rumput ini berada di area yang teduh ukuran daunnya terlampau lebar. Sebaliknya, bila rumput ada di area yang panas, daunnya akan kecil.
Kini, giliran Sukirno memberikan tips buat konsumen yang menanam rumput ini di lahannya. Sebagai perawatan rutin, rumput-rumput liar harus dicabut sampai akarnya. Dia juga menyarankan agar konsumen memperhatikan tempat penanaman gajah mini tersebut. Anda sebaiknya membuat batas selebar sekitar 10 cm berupa pelur semen jika menanam rumput ini di dekat tembok atau pagar.
Dengan adanya batas itu, ketika rumput kian berkembang, rumput tak akan menjalar ke bagian tembok atau bertumpuk di suatu tempat. Karakter gajah mini yang merambat membuat rumput ini akan menjalar memenuhi area lahan

No comments:

Post a Comment

Post a Comment