Tuesday, August 9, 2011

Pancuran Bambu nan cantik




Keindahan bambu, biasanya dihadirkan dalam bentuk rumpun atau deretan tanaman bambu di taman. Desau angin yang meniup helai-helai daun bambu akan menghadirkan gemerisik lembut yang enak didengar. Namun menanam bambu, artinya Anda harus siap dengan rutinitas menyapu serasah daun keringnya. Jika Anda merasa tak sanggup memikul tugas menyapu ini, sebagai alternatif, potongan-potongan batang bambu juga bisa mempercantik taman. Kali ini Tabloid RUMAH akan menghadirkan pancuran dari bambu yang akan mempercantik penampilan kolam Anda.

Taman yang dilengkapi dengan kolam akan terkesan sejuk dan asri. Ponten ini akan meningkat jika ada suara aliran atau gemericik air. Anda bisa mencoba membuat pancuran bambu seperti terlihat pada gambar utama. Pancuran ini akan menghasilkan suara “duk-duk”, ditingkahi dengan suara air yang tertumpah dari tabung bambu ke kolam. Untuk memperkuat kesan alami, pinggiran kolam sebaiknya dikeraskan dengan batu kali, baik yang bulat maupun potongan. Batu-batu ini dibenamkan dan dipadatkan ke dalam tanah, sementara pada sambungan antarbatunya bisa ditambahkan sedikit semen untuk memperkokoh batu.




Untuk konstruksi pancuran bambunya sendiri, Anda bisa memilih bambu hitam/wulung/ater yang cukup tahan terhadap air. Siapkan bambu dengan diameter 5—7 cm untuk buluh air dan tiang plus diameter 1—2 cm, untuk penyangga. Untuk memperkuat, sebaiknya pilih bambu yang sudah mengalami proses pengolahan/pengawetan. Sebagai pengikat, Anda bisa mempergunakan tali ijuk aren. Selain itu Anda harus menyiapkan pipa PVC dengan diameter 5—7 cm (sesuaikan dengan diameter bambu buluh air yang Anda gunakan) dan pompa listrik untuk mengalirkan air.

Berikut adalah cara pengerjaannya.

1. Potong bambu hitam/wulung/ater dengan diameter 5—7 cm sepanjang 60—70 cm sebanyak 4 buah dan sepanjang 45—55 cm sebanyak 2 buah. Pastikan bahwa bagian teratas dan terbawah dari batang bambu yang akan berfungsi sebagai tiang ini tertutup oleh ruas.
2. Potong bambu diameter 1—2 cm sepanjang 40 dan 50 cm untuk bambu penyangga.
3. Potong bambu diameter 5—7 cm untuk buluh air sepanjang 1 m dan 1,3 m. Pada salah satu ujung masing-masing bambu, potonglah menyilang seperti bentuk bambu runcing.
4. Untuk bambu buluh air ukuran 1 m, lubangi ruas-ruas di dalam batang bambunya agar bisa dilalui air. Demikian juga bagian akhir ruasnya, agar dapat disambung dengan pipa PVC.
5. Sementara untuk bambu buluh air ukuran 1,3 m, lubangi ruas-ruasnya agar dapat menampung air, tetapi bagian dasarnya biarkan tetap tertutup oleh ruas.
6. Ambil dua potongan bambu panjang 60—70 cm/bambu tiang, kemudian buat lubang menembus pada posisi 15—20 cm dihitung dari bagian atas bambu. Sesuaikan besar lubang dengan diameter bambu untuk penyangga. Ukuran lubang harus lebih besar sedikit dari diameter bambu penyangga, agar bambu buluh air bisa bergerak bebas.
7. Pasang bambu yang sudah dilubangi tadi berjajar di atas batu dengan bantuan semen. Jarak antaranya ± 30cm. Pastikan lubang-lubang pada bambu berada pada posisi sejajar.
8. Sisipkan bambu penyangga panjang 40 cm menembus mulai dari bambu tiang pertama, bambu buluh air ukuran 1,3 m dan berakhir di bambu tiang kedua.
9. Buat ikatan dengan tali ijuk untuk menyatukan bambu penyangga dan bambu buluh air.
10. Ambil bambu tiang ukuran 45—55 cm dan bambu penyangga ukuran 50 cm. Pasang bambu tiang berjajar dan bambu penyangga melintang di tengahnya pada posisi 15—20 cm dihitung dari bagian atas bambu. Ikat dengan menggunakan tali ijuk.
11. Lekatkan konstruksi ini pada batu kali dengan sedikit semen dan posisikan objek ini di belakang susunan bambu buluh air ukuran 1,3 m.
12. Ambil dua batang bambu tiang ukuran 60—70 cm yang tersisa. Posisikan bersilangan kemudian lekatkan bagian bawahnya ke batu alam dengan bantuan semen.
13. Letakkan buluh air ukuran 1 m di antara bambu bersilang tadi. Ikat dengan tali ijuk agar posisinya kokoh (gambar g). Posisikan susunan ini di depan susunan bambu buluh air ukuran 1,3 m dengan ujung-ujung bambu buluh air saling berhadapan.
14. Sambung pangkal bambu buluh air ukuran 1 m dengan pipa PVC dan hubungkan dengan pompa air. Pastikan bahwa Anda memilih pompa air yang ukurannya sesuai dengan debit air yang akan Anda alirkan. Sebaiknya pompa air diletakkan di atas permukaan tanah agar mudah perawatannya. Untuk menyamarkan, Anda bisa menanam tanaman hias semak di sekitarnya.
15. Untuk memperkuat bambu, lapisi bambu dengan cat clear coating untuk batu alam.

Dengan aliran air, maka kondisi kolam terhitung lebih sehat dibanding kolam yang airnya tak bergerak. Untuk menambah warna pada kolam, Anda bisa memelihara ikan yang menyukai aliran air seperti ikan emas atau koi. (cia)





DISAIN KOLAM KOI



Sunday, August 7, 2011

MEMBUAT & MEMPERSIAPKAN KOLAM KOI

OLEH:FAJAR ARIFIANTO



Berbeda dengan kolam untuk membudidayakan ikan konsumsi, kolam koi di taman, tidak perlu di-ukur elevasinya. Kolam koi bisa dibuat seluruhnya di bawah permukaan tanah, di atas permukaan tanah, atau kombinasi. Tidak seperti kolam ikan konsumsi yang harus kombinasi. Ada kalanya kita perlu membuat kolam koi yang seluruhnya berada di atas tanah, karena lokasinya di samping rumah yang biasa untuk lalu-lalang orang. Kolam seperti ini tentu akan cepat kotor Jika seluruhnya di bawah permukaan tanah, maka kita ambil bentuk yang me-nonjol. Suatu saat mungkin orang ingin membangun kolam yang cukup luas pada areal taman yang sudah jadi, maka akan kelihatan kurang menarik apabila kolam ini terlalu menonjol sehingga menutupi kein-dahan bagian taman yang lain. Dalam hal ini kolam yang seluruhnya berada di bawah permukaan tanah lebih disukai. Dan tidak jarang mereka menghendaki kolam yang lebih dalam di sudut pekarangan (tamannya), sehingga mereka memendam sebagian kolamnya di dalam tanah dan sebagian lagi menonjol ke permukaan tanah. Berbagai pilihan memang harus ditentukan setelah melihat situasi dan kondisi secara keseluruhannya.

Setelah menentukan bentuk yang dikehendaki, kolam bisa dirancang di atas tanah dengan tali plas-tik atau slang air agar bentukan jadinya mudah kelihatan. Kemudian tanah bisa mulai digali dengan cangkul. Jika menginginkan kolam dengan dua keda-laman, bagian luar dangkal sebelah tengah lebih dalam, hendaknya direncanakan sejak awal hingga tidak merepotkan yang mengerjakan kolam. Kolam dengan dua kedalaman sangat berguna bagi koi, terutama untuk persembunyian mereka dari panas yang terlalu terik.

Bahan baku pembuat kolam hendaknya di-gunakan batu bata. Dengan bentuknya yang kecil batu bata bisa dibuat sangat fleksibel sesuai keingin-an kita. Berbeda dengan batako yang berukuran besar yang menyulitkan kita Jika menginginkan bentuk berlekuk-lekuk. Pada dasar kolam bisa dipasang bata atau dicor. Namun, sebelum itu semua hendaknya sedari awal ditentukan di mana letak pintu pembuangan dan pemasukan air. Pintu pembuangan bagi kolam yang dibangun seluruhnya di dalam tanah, memang tidak mungkin dibuat. Untuk seluruh kolam harus dipikirkan sirkulasi airnya. Artinya Jika kita menghendaki kolam berair terjun atau ber-air mancur sudah harus dipikirkan di mana letak pompa, filter air, dan bagian yang bakal dibuat ter-juannya. Oleh karenanya, sekali lagi sangat penting bagi kita untuk menuangkan angan-angan dan ke-inginan kita ke dalam gambar yang rinci. Jangan sampai kita masih harus membongkar pasang ketika bangunan sudah selesai. Ketika bangunan sudah rapi dan kita lupa membuat sebuah lubang maka tentu akan menambah pekerjaan, karena kita juga harus membuat saluran yang berhubungan dengan lubang itu.

Permukaan kolam hendaknya Jangan dibuat licin seperti kita membuat rumah, karena akan menyulitkan lumut tumbuh. Dengan melapisi semen (mengaci) agak kasar, kita berharap justru kolam akan menjadi licin dan nyaman bagi ikan karena adanya lapisan lumut yang ada di permukaannya. Pengerjaan bagian atas kolam tidak selalu harus di-selesaikan dengan bata juga, tapi bisa dipakai batu-batuan yang mempunyai bentuk artistik dan (Jika mungkin) antik. Karena kolam tidak mungkin hadir sendirian dalam taman, sediakan juga ruangan untuk tempat menanam tanaman. Di latar belakang kolam lebih cocok untuk tanaman karena tidak menghalangi pandangan.

Sunday, July 31, 2011

GAZEBO

GAZEBO Sebagai Elemen Taman



Gazebo berfungsi sebagai tempat relaks. Tapi cermati dulu “persyaratannya”, agar suasana santai di gazebo jadi asyik.

Melepas penat di rumah, selain bisa dilakukan di dalam ruangan, juga bisa di area taman. Salah satu tempat yang sengaja dihadirkan sebagai sarana bersantai di taman adalah gazebo. Di gazebo, kita bisa relaks sambil menikmati suasana taman,  sejuknya angin, bahkan kerlip bintang dan sinar bulan di malam hari.
Bangunan terbuka bertiang empat yang berdiri semipermanen itu biasanya terbuat dari kayu. Umumnya memiliki atap berbentuk limasan  atau perisai, dengan lantai menyerupai panggung.  Gazebo bisa dibangun pada bagian depan, samping, atau belakang halaman. Supaya proporsinya seimbang, perhatikan ukuran gazebo. Jangan lebih dari 1/5 luas total area halaman. Ukuran yang lebih dari itu bisa membuat halaman penuh sesak.
Faktor penting lain yang harus diperhatikan adalah suasana di sekitar gazebo. Ukuran sudah pas, posisi sudah tepat, tapi suasana di sekitar gazebo tidak terawat dan enggak enak dilihat?  Ya, percuma saja.  Sebab apa yang dinikmati oleh mata, akan berpengaruh terhadap suasana hati dan pikiran kita.
Taman yang asri,  jadi satu unsur penting  untuk memanjakan pandangan saat berada di gazebo. Jadi, ciptakanlah suasana yang asri  di sekitar gazebo Anda.Manjakan pula tubuh Anda dengan unsur pendukung kenyamanan.  Sebagai sarana penunjang untuk bersantai , lapisi lantai gazebo dengan karpet lembut.  Tambahkan beberapa bantal-bantal empuk di atasnya.
Saat tidak digunakan, karpet dan bantal-bantal bisa disimpan dulu supaya benda-benda itu tidak rusak.Jangan lupa untuk melengkapi gazobo dengan olahan lighting yang tepat. Terutama jika gazebo banyak dinikmati pada waktu malam hari.  Lighting bisa ditempatkan pada kaki-kaki tiang gazebo, atau pada olahan dinding yang bersenderan dengan gazebo, jika letak gazebo berdempetan dengan dinding.  Memanfaatkan lampion sebagai sumber penerangan juga boleh.  Suasana yang tercipta akan semakin eksotik dan romantis.

ESTETIKA DENGAN TANAMAN MODERN TROPISUZGAN


GAYA taman modern tropis ideal dengan iklim setempat. Penataan yang estetis membuat Anda dapat menikmati relaksasi menyenangkan saat berada di taman.

Pendekatan desain bergaya modern tropis banyak diminati masyarakat urban. Hal ini tak hanya berlaku pada arsitektur bangunan, juga berimbas pada penataan sebuah taman.

Gaya modern tropis merupakan pengembangan dari gaya tropis yang pernah ada pada tahun 2000-an. Taman tropis sendiri merupakan sebuah taman yang disesuaikan dengan iklim setempat. Karena itu, taman yang Anda miliki dapat beradaptasi dengan mudah, tumbuh subur, dan tentu semakin memudahkan dalam hal perawatannya.

Kendati gaya rumah yang berbeda-beda, konsep taman yang dimiliki beragam budaya itu mayoritas adalah taman bernuansa tropis. Basuki Triwidodo, seorang arsitek lanskap dari Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) menuturkan bahwa ciri khas taman tropis yang berada di Indonesia dapat diwakili dari penampilan taman Bali.

"Kajian taman tropis itu terlalu luas,yang pasti ciri taman ini dapat dilihat dari asal negaranya," kata Basuki.

Sementara itu,Ketua Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) DKI Jakarta Ir Bagus Tatang Dewantoro menyebut taman modern tropis ialah taman yang rimbun.

"Taman tropis sendiri merupakan taman yang menggunakan banyak tanaman yang tidak terbatas sehingga lebih rimbun dan banyak bunga. Adapun taman modern ialah pemanfaatan lahan yang terbatas dengan vertical garden," ucapnya.

Kehadiran taman modern tropis juga merupakan perwujudan dari rasa bosan terhadap gaya minimalis yang cenderung memiliki penampilan monoton. Kemudian berlari kembali ke gaya tropis yang sempat tren dahulu, tetapi dengan tatanan yang lebih modern.

"Dengan keterbatasan lahan yang saat ini menjadi masalah bagi sebagian besar masyarakat urban membuat mereka memanfaatkan apa pun menjadi sebuah taman, baik itu dengan hanging gardenatau roof garden," kata pria yang akrab disapa Tatang itu.

Sama halnya dengan gaya tropis pada sebuah arsitektur bangunan,taman modern tropis juga menggunakan banyak tanaman. Mulai tumbuhan jahe-jahean, pisang-pisangan, beringin, balancing, talas, palem, kelapa sawit, kacang hias, adenium, hingga anthurium yang tengah digemari. Selain itu, semua jenis tanaman yang berdaun lebar dan lunak.

Dalam penataan jenis tanaman untuk taman modern tropis memiliki perbedaan dengan taman tropis. Pada taman tropis, tatanan tanamannya refleksi dari hutan tropis di Indonesia sehingga taman dibiarkan rimbun dan tumbuh dalam tatanan tanaman yang bebas ditanam di mana saja.

Adapun pada taman modern tropis, jenis tanaman disusun menurut kontur dan ketinggiannya sehingga kelihatan rapi dan tertata. Jenis tanaman yang dipilih pun harus mudah pemeliharaan dan perawatannya agar memberikan ketenangan bagi penghuni rumah.

"Taman modern tropis ini memiliki karakter yang liar, tetapi dalam penataannya rapi. Dalam penataan tanamannya dikombinasikan berdasarkan pada lokasi terhadap asupan sinar matahari," tutur Basuki.

Agar taman yang ingin ditampilkan ini tampil maksimal, tatanan elemen keras (hardscape) menambah keharmonisan taman. Adapun elemen keras yang biasanya menghias sebuah taman tropis adalah jalan setapak, gazebo, bangku taman, berbagai lampu, dan aneka hiasan patung. Menurut Basuki, jalan setapak pada taman tropis biasanya menggunakan batu-batuan alam, seperti batu kali, batu tempol, maupun kerikil.

Begitu pula untuk gazebo. Basuki mengatakan, material yang digunakan untuk membuat gazebo juga harus terkesan alami. Itu bisa ditampilkan dengan menggunakan bahan- bahan seperti kayu, batang kelapa hingga bambu. Atap gazebo kalau memungkinkan menggunakan ijuk atau sirap. Bila genteng yang dipilih, sebaiknya genteng tersebut bernuansa tradisional. Hal yang sama juga berlaku untuk bangku taman.

Adapun mengenai pencahayaan taman, Bagus Tatang mengatakan, pencahayaan lampu berfungsi untuk memberi kesan indah dan dramatis pada taman tropis pada malam hari. Menurut dia, sebaiknya lampu dengan penyangga berwarna hitam atau putih yang bercahaya terang untuk taman depan. Sementara untuk taman belakang pilihan cahaya lampu sebaiknya lebih "hangat" (warm). "Ini membuat taman tropis jadi lebih estetis dan menyatu dengan alam,"kata Bagus.

Sementara elemen lunak lainnya yang perlu diperhatikan saat menghadirkan taman tropis adalah air. "Biasanya pula sebuah taman tropis dihiasi sebuah kolam dengan ciri yang sangat kental dengan nuansa alami. Misalnya saja dasar kolam dilapisi dengan batu-batu alam," imbuhnya.

Kolam pun dapat diisi ikanikan dan dihiasi tanaman air yang khas tropis. Tanaman yang bisa menghias kolam pada taman tropis, seperti teratai, kala lili (water lily), pontederia, ilalang air atau antanan berdaun besar. Tak jadi masalah bila Anda ingin menghadirkan semacam air terjun atau air mancur di kolam tersebut. Nah, tertarik membuat taman modern tropis untuk hunian Anda?
(ORUZGAN)

Saturday, July 30, 2011

Tips Mengatur Lampu HIas Pada Taman Di Dalam Rumah


Keberadaan taman di dalam interior rumah Anda tentunya akan menjadi salah satu pusat perhatian serta obyek yang sangat menarik, terutama pada saat siang hari. Namun seringkali saat senja atau malam hari, keberadaannya menjadi kurang menarik. Bisa jadi karena kesalahan dalam pengaturan tata letak pencahayaan dan lampu hias.
Pengaturan pencahayaan baik saat siang hari maupun malam hari pada area ini bukanlah sesuatu yang bisa sembarang dilakukan. Perhitungkan secara mendetil dan berhati – hati harus Anda perhatikan, jangan sampai tanaman kekurangan cahaya matahari saat siang dan justru kepanasan saat malam terkena pencahayaan buatan.
Berikut ini ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan pencahayaan maksimal pada area kebun di dalam tempat tinggal Anda ini :
1. Hal pertama yang harus Anda perhitungkan adalah jumlah intensitas sinar matahari pada tanaman Anda. Hal ini mutlak Anda perlukan supaya tanaman Anda tetap dapat tumbuh dan berkembang secara subur. Setelah informasi ini Anda miliki, barulah Anda dapat mulai memperhitungkan jumlah cahaya buatan yang diperlukan pada saat malam hari.
2. Menjaga suhu ruangan pada tingkatan yang stabil sehingga pertumbuhan tanaman dapat terpantau secara maksimal. Hal ini dapat Anda lakukan melalui penghitungan jumlah titik lampu hias yang akan dipasang serta besarnya daya masing – masing pencahayaan buatan.
3. Pasanglah timer (pengatur waktu otomatis) pada pencahayaan buatan yang Anda pasang, karena pada dasarnya semua tanaman juga tetap memerlukan waktu gelap sama seperti jumlah cahaya matahari yang dibutuhkannya. Waktu gelap adalah saat dimana bibit – bibit tanaman tumbuh dan berkembang, sehingga mutlak Anda memerlukan adanya timer untuk mengatur lamanya waktu pencahayaan buatan menyala.
4. Pertimbangkanlah untuk membeli lampu hias dengan warna putih, karena warna putih cenderung memiliki suhu yang lebih dingin dibanding warna lampu yang lainnya.
5. Jumlah ideal pencahayaan buatan yang biasanya diperlukan adalah 20 watt setiap meter persegi luasan area. Anda mungkin akan memerlukan adanya lampu neon sebagai pencahayan utama pada area kebun Anda ini.

6. Pilihlah tanaman  - tanaman tertentu yang paling menarik saja yang akan Anda berikan pencahayaan lampu hias. Selain mengurangi jumlah intensitas panas yang dihasilkan, adanya pengaturan tata letak titik pencahayaan ini juga akan membantu Anda menciptakan dekorasi yang lebih dramatis pada area ini di saat malam hari.
Dengan semua langkah pengaturan tata letak pencahayaan di atas, setidaknya usaha Anda untuk mendapatkan pencahayaan yang maksimal serta mendekorasi areataman di saat malam hari dapat tercapai. Anda dapat menikmati keindahan tanaman – tanaman kesayangan Anda sambil menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta.