Friday, October 14, 2011

Tanaman Antipolutan

Udara di dalam rumah bisa saja tercemar zat-zat berbahaya. Untuk mengurangi risiko terkena paparan polusinya, bisa dilakukan dengan cara menghadirkan tanaman hijau di dalam ruangan.
Berada di dalam rumah bukan berarti terbebas dari polusi. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh United State Environmental Protection Agency (USEPA) mengindikasikan bahwa derajat polusi dalam ruang bisa 2 sampai 5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan polusi luar ruangan.
Pencemaran dalam ruangan bisa berasal dari asap rokok, asap kompor, bahan-bahan kimia, seperti semprotan nyamuk, cat, bahan perekat wallpaper, dll. Satu batang rokok mengandung lebih kurang 4000 jenis bahan kimia, dan 40% di antaranya beracun. Bahan kimia yang paling berbahaya terutama nikotin, tar, hidrokarbon, karbon monoksida (CO), dan logam berat. Asap rokok mengandung berbagai bahan kimia yang dapat merusak kesehatan. Selain itu, satu jam berada dalam dapur dan menghirup asap dapur sama dengan perokok aktif yang menghisap 6 batang rokok.
Mengganggu Kesehatan
Parahnya, gas CO yang dihasilkan rokok maupun sumber lain (asap kendaraan, asap kompor), jika terhirup oleh hidung akan masuk ke dalam aliran darah, termasuk aliran darah jantung. Bila ini terjadi, maka hemoglobin akan lebih banyak terikat dengan CO dan ini bisa menyebabkan kadar CO berlebihan dalam darah. Pada tubuh yang kekurangan oksigen dapat menimbulkan terjadinya hipoksia. Bila hipoksia menyerang otak, maka akan menimbulkan gangguan susunan syaraf pusat yang disebut ensefalopati. Apabila mengenai jantung dan darah disebut gangguan kardiovaskuler.
Tanaman Penyerap Polutan

Untuk mengatasi masalah polusi dalam ruangan, selain memperbaiki sirkulasi udara, juga juga dapat diminimalisir dengan meletakkan tanaman di dalam ruangan. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) awal 1970-an menemukan 50 jenis tanaman yang mampu mengurangi konsentrasi polutan di dalam ruangan, terutama tiga polutan utama, yaitu benzena, trikhloroetilen (TCE), dan formaldehid.
Bintang Nugroho dari Green Building Council Indonesia (GBCI) mengatakan, sejumlah tanaman yang dimaksud NASA ada di Indonesia, misalnya lidah mertua (Sanseviera), palem bambu, sri rejeki (Aglaonema), beringin, garbera yang biasa kita jadikan bunga potong, puring (Janet crane), dan hanjuang (Marginata).
Berdasarkan penelitian Fakultas MIPA, Universitas Brawijaya, Malang, pada ruangan dengan volume 100 m3 dapat ditempatkan tanaman lidah mertua dewasa sebanyak 5 helai dan sri rejeki sebanyak 14 helai daun. Kombinasi lidah mertua dan sri rejeki dapat menjadi alternatif untuk menggantikan fungsi AC sebagai penetralisir polusi udara dalam ruangan terutama yang disebabkan oleh asap rokok dan mikroorganisme. Setiap helai daun sansevieria bisa menyerap 0.938 mikrogram per jam formaldehid.

Tanaman Penyedot Polutan



Tanaman hias ternyata tidak hanya berguna untuk mempercantik interior maupun eksterior rumah. Jenis tanaman tertentu, bisa melindungi Anda dan keluarga dari bahaya polutan rumah bagi kesehatan.
Perlu Anda tahu, pencemaran udara tidak hanya mengancam kesehatan saat kita di luar, tapi juga di dalam rumah. Ada beberapa jenis gas udara yang berbahaya (polutan) yang betah bersarang di dalam ruangan dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan.

Formaldehyde, volatile organis compunds, karbon monoksida, nitrogen oksida, pestisida dan disinfektan adalah polutan yang banyak terdapat di dalam rumah. Polutan ini bisa menimbulkan ‘sindrom bangunan sakit’, yang menyebabkan berbagai penyakit seperti alergi, sakit kepala, mudah lelah bahkan kanker dan kematian.
Para ilmuwan NASA telah menemukan sejumlah tanaman hias yang bisa dijadikan senjata ampuh untuk melawan polusi udara, menjadikan udara di ruangan lebih bersih. Tidak hanya di dalam rumah, tapi juga gedung dan perkantoran. Ini dia jenis tanaman hias ‘penyedot’ racun yang bisa Anda tempatkan di rumah, seperti yang dikutip dari Earth Easy.
1. Palem Kuning

Palem Kuning, atau Areca Palm merupakan jenis tanaman rumah dengan pelepah daun cukup panjang dan menutupi batang yang beruas-ruas. Rata-rata tinggi pohon ini bisa mencapai 1-6 meter. Pohon ini harus ditaruh di tempat yang lembab agar tidak rusak, tapi pada dasarnya palem kuning bisa disimpan di mana saja, terutama di sebelah furnitur yang baru dipernis. Jenis palem ini mampu menyedot polutan yang berasal dari senyawa formaldehyde.
2. Palem Bambu

Tanaman ini memerlukan cahaya terang untuk tumbuh subur. Pohon ini tumbuh subur di area lembab, tapi jaga agar tidak terlalu banyak disirami air. Meskipun berfungsi menyedot polutan, palem bambu mungkin mengundang laba-laba atau serangga. Untuk mengantisipasinya, semprotkan cairan pestisida.
3. Karet Hias

Karet Hias, atau Ficus Robusta (nama latin) adalah salah satu tanaman yang kegunaannya menyerap formaldehid dan menghasilkan oksigen. Daunnya berwarna hijau muda, dan saat dipegang teksturnya kenyal. Oleh karena itu, pohon yang satu ini juga dikenal dengan sebutan Rubber Plant. Karet Hias sebaiknya tidak ditaruh di tempat terlalu terang, terutama di bawah sinar matahari. Tempatkan di dalam ruangan dengan sedikit pancaran sinar.
4. Rhapis Excelsa

Rhapis Excelsa merupakan jenis palem yang tidak mudah rusak dan bisa beradaptasi di hampir setiap kondisi suhu maupun cahaya. Rhapis juga termasuk tanaman yang mudah dipelihara, tapi pertumbuhannya lambat.
5. Dracaena Deremensis

Tanaman ini mudah dirawat dan memerlukan cahaya terang untuk tumbuh subur. Dracaena bisa beradaptasi hidup di area dengan cahaya rendah jika penyiraman airnya dikurangi. Jaga tanah dalam pot agar tetap lembab dan sering-sering menyemprotnya dengan air hangat. Potong bila ada daun-daun yang mati untuk memberi ruang tumbuhnya daun baru.
6. Peace Lily

Peace Lily sangat bagus untuk membersihkan udara. Perawatannya juga tidak terlalu rumit, hanya perlu perhatikan penempatannya. Tanaman yang terkenal mampu menghilangkan racun benzena dan formaldehida ini perlu cahaya dan kelembaban tinggi untuk tumbuh subur. Daunnya perlu sering disemprot dengan air hangat.
7. Pakis Boston

Pakis Boston punya ciri yang spesifik, sehingga Anda mudah mengenalinya. Tiap helai daunnya memiliki beberapa helaian lagi yang tampak seperti jumbai-jumbai. Tanaman yang masih satu keluarga dengan pohon suplir ini bisa ditempatkan di lantai atau pot gantung. Pakis Boston menggunakan stomata sebagai penyedot racun formaldehid dan xylene, mengubahnya jadi zat bermanfaat.








DRACAENA DRACO(Pandan Bali)

Tuesday, October 11, 2011

Tanaman Indoor


 TANAMAN tak hanya membuat tampilan rumah lebih hidup, juga menjadikan penghuninya sehat. Beberapa jenis tanaman hias mampu menyerap radikal bebas.

Isu global warming tentu sering kita dengar. Memang, dewasa ini pencemaran sudah banyak terjadi di laut, darat, maupun udara. Meningkatnya pencemaran lingkungan berdampak negatif pada kesehatan akibat banyaknya radikal bebas yang bisa membahayakan kesehatan manusia.

Polutan merupakan sesuatu yang dapat merugikan kesehatan manusia. Anda mungkin tidak dapat terhindar dari masalah tersebut, tetapi Anda bisa meredamnya dengan berbagai cara, seperti makan makanan yang banyak mengandung antioksidan. Cara lainnya adalah dengan meletakkan tanaman hias di dalam ruangan.

Beberapa jenis tanaman hias terbukti mampu menyerap radikal bebas yang ada di dalam ruangan. Selain itu, tanaman hias indoor juga sangat cocok dijadikan unsur dekorasi di dalam rumah.

"Tanaman indoor bisa membuat rumah kita jauh lebih fresh dan steril, bebas dari radikal bebas atau polusi," kata desainer taman Arimbi Putera.

Ada banyak jenis tanaman hias indoor yang bisa Anda pilih, semisal dracaena. Tanaman ini juga sering disebut hanjuang. Dracaena memiliki dua jenis batang biasa atau batang kecil dengan daun varigata.

"Tanaman ini biasanya digunakan sebagai tanaman pagar. Tapi, banyak juga yang menggunakannya sebagai tanaman hias di dalam ruangan atau indoor. Itu dikarenakan sifat tanaman tersebut yang mampu bertahan lama di dalam ruangan. Tapi, ingat! Agar tetap sehat dan subur, sebaiknya dracaena dikeluarkan satu minggu sekali untuk memperbaiki metabolismenya," tutur Arimbi.

Tanaman kedua yang bisa Anda gunakan sebagai tanaman indoor adalah ficus. Tanaman ini mampu tumbuh secara baik di dalam maupun di luar ruangan. Namun, untuk penempatan di dalam rumah, usahakan meletakkannya di dekat jendela yang selalu terkena sinar matahari karena kebutuhan akan sinar mataharinya adalah 60 persen. Di dalam pot berdiameter 25 centimeter, ficus dapat menyerap sampai lebih dari 30.000 mikrogram zat amonia tiap 24 jam.

Anda pasti sering mendengar tentang tanaman sansiviera. Tanaman ini memang termasuk tanaman indoor yang cukup populer dan banyak dicari. Harganya pun ada yang sangat mahal. Kemampuan sansiviera untuk menyerap polutan jenis amonia dan xylenen tergolong rendah, namun daya serapnya terhadap polutan jenis benzana sangatlah baik.

Tanaman indoor sangat tepat dipilih untuk membuat suasana dalam rumah menjadi lebih segar dan alami. Penempatannya juga tidak terbatas. Anda bisa meletakkannya di salah satu sudut ruangan atau menaruhnya di atas meja hias kecil atau di salah satu rak pajangan.

"Warna hijau yang terpancar dari warna tanaman dapat memanjakan mata sehingga bisa membuat ruangan jadi lebih hidup. Dengan memilih tanaman yang sesuai, ditambah pelengkap lainnya, ruangan Anda bisa disulap menjadi lebih menawan," papar Arimbi.

Salah satu ciri tanaman indoor adalah, tanaman itu mampu dan dapat hidup dengan cahaya matahari yang terbatas. Ini dikarenakan di dalam ruangan sinar matahari tidak dapat masuk. Terkadang ada pula tanaman indoor yang warna daunnya lebih mengkilap dibandingkan tanaman outdoor. Sinar matahari memang bisa menghilangkan zat yang membuat daun-daun tanaman terlihat mengkilap. Selain ficus, sansiviera, dan dracaena, masih ada tanaman hias indoor lain yang bisa menjadi pilihan Anda, misalnya aglaonema, philodendron, serta berbagai jenis palem, bonsai, dan kaktus. Bahkan beberapa tanaman buah dalam pot pun bisa menjadi tanaman indoor yang pas.

Polutan terkadang datang bukan hanya dari luar ruangan. Di dalam ruangan pun ada polutan, baik yang terlihat maupun tidak terlihat oleh mata seperti asap rokok, bau lem, zat dari bahan pembersih, serta zat dari cat dinding atau furnitur.

"Jangan meremehkan polutan ini lho. Polutan bisa memberi dampak yang sangat buruk dan menyebabkan penyakit seperti radang tenggorokan, iritasi kelenjar mulut, gangguan pernapasan, sakit kepala, alergi, bahkan kanker," sebut Arimbi. (Ko

Jenis-Jenis draceana


Dracaena merupakan tananan daerah tropis. Di Indonesia beberapa jenis dracaena masih dianggap tanaman liar/tanaman pekarangan yang kondisinya kurang terpelihara sehingga tidak terlihat keidahannya. Di Inggris maupun Amerika, dracaena mulai menjadi tanaman hias yang digemari. Dracaena banyak digunakan untuk menghiasi rumah model kontemporer maupun model hi-tech. Namun sebenarnya tanaman ini sudah dikenal sejak jaman Victoria.
Tips:
Menyukai kondisi hangat dengan suhu minimal 55 FCahaya ternaungi, D. terminalis membutuhkan cahaya yang banyakJaga media tetap lembabPengkabutan secara teraturPenggantian media 2 tahun sekali
Perbanyakan dengan stek batang, atau pun penanaman mahkota.
Tipe:
  • Dracaena deremensis, pertumbuhan lambat, tinggi tanaman bisa mencapai 4 kaki. Varietas Janet Craig warna daun keseluruhan hijau tua dengan garis-garis vertikal, Bausei mempunyai dua garis putih lebar di bagian tengah, Warnecki, dikelilingi pita putih  di bagian tepi daun. Varietas Green Stripe, White Stripe dan Yellow Stripe mempunyai garis-garis tepi warna hijau, putih maupun kuning. Varietas Compacta mempunyai bentuk yang padat sehingga cocok untuk ruangan berukuran kecil.
  • D. marginata, jenis ini daapat mencapai ketinggian hingga 10 kaki, daun berbentuk kecil, panjang.  Species dasar memiliki daun waarna hijau dengan tepi merah. Varietas Tricolor mempunyai 3 warna yaitu kuning, hijau dan merah sehingga menghasilkan efek hijau keemasan. Varietas Colorama mempunyai pita tepi warna merah yang dominan sehingga secara keseluruhan tampak kemerahan.
  • D. draco = Dragon Tree, termasuk kelompok dracaena yang besar, namun bila ditanam tingginya hanya mencapai 4 kaki. Daun berwarna hijau, dengan tepi merah bila memperoleh cahaya yang cukup. Pada daun yang sudah tua, daun akan melengkung ke arah bawah.
  • D. sanderiana = Ribbon Plant, daun berwarna hijau keabuan, tidak terlalu menyebar, ketinggian maksimum 2-3 kaki. VarietasBoriquensis mempunyai tepi daun warna hijau muda.
  • D. reflexa = Plomele reflexa, tanaman ini mempunyai batang yang lemah dan agak sulit tumbuh, membutuhkan kelembaban udara tinggi, tipe Variegata mempunyai tepi daun kuning.
  • D. godseffiana, mempunyai bentuk yang berbeda dengan dracaena yang lain, jenis ini berbentuk semak dengan bentuk daun oval. Tanaman ini mempunyai banyak cabang, tinggi tanaman bisa mencapai 2 kaki. Daun memiliki bintik-bintik dengan berbagai warna, varietas Florida Beauty  mempunyai bintik krem yang cukup banyak sehingga warna daunnya lebih terlihat krem daripada hijau.
  • D. fragrans, tanaman yang terlihat solid ini pada bagian ujung atas memiliki kumpulan daun mengkilat yang berbentuk mahkota, daun lebar dengan panjang daun sekitar 4 inci. Varietas Lindenii dan Victoria mempunyai warna tepi daun hijau, tengah kuning.



Siapa yang tak kenal dengan tanaman hias yang satu ini? Kalau hanya mendengar namanya, mungkin memang tak banyak orang yang tahu. Tapi begitu melihat rupanya, hampir dapat dipastikan kita akan mengenalinya.
Dracaena termasuk indoor plan
t dan dapat digunakan pada hampir semua model interior. Baik rumah maupun kantor. Kemudahan dalam hal menanam dan perawatan membuat dracaena menjadi pilihan untuk menghias ruangan.
Kebanyakan dracaena dapat tumbuh dengan baik dalam lingkungan yang terang dengan sinar matahari cukup, tapi beberapa jenis juga dapat tumbuh dengan baik dalam cahaya yang sedikit. Jika dracaena ini sebelumnya ditanam di ruangan yang minim cahaya, kemudian dipindahkan ke ruangan yang berlimpah cahaya, maka daun yang baru akan tumbuh lebih tebal, lebih kuat dan pertumbuhannya pun akan lebih cepat.
Ada bermacam-macam jenis dracaena. Dracaena Marginata, Dracaena Fragrans Massangeana, Dracaena Reflexa, Dracaena Rikki, Dracaena Janet Craig dan Dracaena Warneckii.
Mungkin yang sangat populer adalah Dracaena Fragrans Massangeana atau yang lebih dikenal dengan sebutan Corn Plant karena bentuk daunnya yang mirip dengan Sweet Corn. Daunnya berwarna hijau cerah dengan strip kuning di tengahnya. Dapat tumbuh hingga 1 -1,5 m, atau juga dapat juga dibuat menjadi semak kecil dengan cara memotong ujung-ujungnya.
Dracaena Janet Craig dan Warneckii masuk dalam kelompok Green Dracaena (Dracaena Deremensis) kurang dikenal dibanding fragrans. Warneckii adalah yang paling sedikit memerlukan sinar matahari dan memiliki garis putih pada daunnya dengan bentuk daun sempit dan lancip. Sedangkan Janet Craig daunnya berwarna hijau gelap, tingginya sekitar 60 cm . Jenis lain dalam kelompok ini adalah Compacta yang sesuai namanya adalah versi yang lebih kecil, lebih compact dengan tinggi hanya 30 cm. 

Dracaena Marginata biasa disebut Dragon Tree yang dapat tumbuh hingga 4 m atau lebih, memiliki daun yang runcing dengan strip merah keunguan sepanjang daunnya. Jika tidak ingin dragon tree ini tumbuh terlalu tinggi kita dapat memotong ujungnya agar bercabang, atau dapat juga kita membentuk tumbuhnya dengan bentuk yang kita inginkan, melengkung misalnya.
Dracaena Reflexa atau lebih dikenal dengan Pleomele, dapat tumbuh menjadi semak kecil atau tumbuh tinggi sekali sesuai tempat habitat aslinya di daerah subtropik hingga 10 m. Daunnya runcing, pendek dan tipis.
Dracaena Rikki termasuk jenis baru yang digunakan untuk interior. Daunnya hijau dengan garis putih di sepanjang tengah daun. Sulit sekali mencari tanaman yang daunnya colorful dan warnanya tetap bagus meskipun ditempatkan indoor dibawah pencahayaan yang minim. Tetapi justru itulah salah satu kualitas utama yang dimiliki Rikki.
Ada satu lagi jenis dracaena yang mungkin paling sering dan paling umum dijadikan dekorasi rumah yakni Dracaena Sanderana. Kita lebih mengenalnya sebagai Lucky Bamboo, dan sesuai namanya dipercaya membawa keberuntungan. Selain dapat ditanam di tanah, Lucky Bamboo dapat hidup di air seperti halnya bunga potong untuk jangka waktu yang lama bahkan sampai bertahun-tahun. Kombinasi kemudahan penanaman -cukup dimasukan bejana berisi air, dan makna keberuntungan menjadikannya primadona untuk ditanam di setiap rumah.
Selain cantik dracaena juga berfungsi untuk menjaga kebersihan dan kesehatan. Dracaena termasuk tanaman yang digunakan oleh NASA Clean Air Study dan telah menunjukkan kemampuannya untuk membersihkan udara. Dalam hal ini ia menyerap formaldehyde, benzene dan karbon monoksida dari udara.
Riset yang dilakukan NASA Clean Air Study secara konsisten telah menunjukkan bahwa tanaman hidup, hijau atau berbunga dapat membuang beberapa zat kimia dari udara di dalam ruangan. Jadi kita dapat menggunakan tanaman di rumah dan kantor untuk meningkatkan kualitas udara, menjadikannya tempat yang lebih nyaman untuk tinggal dan bekerja, dimana kita dapat merasa lebih baik, menghasilkan prestasi yang lebih baik dan menikmati hidup lebih baik lagi.
Unt
uk diketahui, formaldehyde banyak terdapat dalam bahan-bahan pembersih ruangan, ataupun paper towels, facial tissues, grocery bags, asap rokok, bahan-bahan yang mengandung minyak tanah dan gas alam. Formaldehyde menyebabkan iritasi pada mukus membran mata, hidung dan tenggorokan. Benzene telah lama diketahui dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata. Benzene banyak terdapat pada bensin, tinta, cat, karet dan plastik, juga sebagai zat tambahan dalam industri deterjen, bahan peledak, dan farmasi.
Melihat manfaat dan fungsi ganda dari dracaena ini, tidak salah kiranya kalau dracaena menjadi tanaman yang sangat direkomendasikan untuk ditanam dalam ruangan. Pertama untuk dekorasi agar ruang bertambah cantik, kedua hidup kita akan lebih sehat dengan udara bersih yang dihasilkannya.
Jadi selamat menanam dracaena dan menjadi ceria dan bahagia karena energi positif yang dibawa oleh si cantik ini ke rumah Anda.





 
 

Menyaring Air Dalam Kolam Koi

Ada banyak cara untuk membersihkan air dalam kolam koi, yang masing-masing cara bisa dilaku-kan secara bersamaan atau terpisah sesuai kebutuhan. Adapun cara atau teknik membersihkan kolam tersebut di antaranya adalah :
1. Menggunakan serokan
Untuk membersihkan puing-puing atau dedaun-an yang jatuh ke dalam kolam koi, bisa dipakai serokan. Serokan yang diberi tangkai agak panjang dengan bambu atau kayu, memungkinkan kita untuk menjangkau seluruh areal kolam.
Bahan pembuat serokan biasanya kain trililin yang sedikit menyerap air. Serokan yang bermata kecil bisa juga dipakai untuk membersihkan kotor-an berupa buih-buih air di permukaan air. Selain itu sisa endapan kotoran lumut yang tidak terbuang biasanya   akan   mengambang   ke   permukaan  air. Semua kotoran  ini  bisa diatasi dengan serokan. Tidak ketinggalan pula apabila ada ikan yang mati (mudah-mudahan Jangan) bisa diambil dengan serokan.
2. Sistem sifon
Sistem sifon merupakan cara atau metoda yang bisa digunakan secara luas. Salah satu jalan praktis dengan menggunakan slang plastik yang biasa untuk menyalurkan air dari kran. Sediakan sebuah slang yang cukup panjangnya, sekitar 5 meter bila kolam nya  sempit, dan   10  meter  bila kolamnya luas.
Cara ini mempergunakan sistem elevasi. Jadi kotoran dan air tersedot keluar bersamaan lewat slang.
Ujung slang dimasukkan ke dalam air menyusul bagian lainnya hingga ujung yang satunya lagi. Keti-ka ujung pertama dimasukkan, jaga Jangan sampai ujung ini muncul ke permukaan air, sehingga seluruh bagian slang terisi air dan tidak ada gelembung udara yang nyasar masuk. Setelah seluruh slang berisi air, tarik salah satu ujung slang dan tutup dengan jempol sehingga air tetap berada di dalam slang. Begitu ujung ini kita bawa ke tempat yang lebih rendah, air dalam kolam dengan mudah mengalir keluar.
Ujung slang yang berada di dalam kolam ditem-patkan pada bagian yang kotor. Untuk memudah-kan pekerjaan kita, ujung slang yang berada di dalam kolam bisa diberi tangkai. Dengan demikian dari luar kolam kita bisa "membawa" slang men-cari bagian-bagian yang kotor. Cara ini memang sangat praktis untuk membuang kotoran yang meng-endap.
3. Sistem tekanan air
Sistem tekanan air memanfaatkan prinsip seper-ti sifon, hanya saja kolam harus dilengkapi dengan lubang pada bagian tengahnya. Setiap kolam harus dilengkapi dengan lubang ini. Lubang bisa dibuat dengan  memasang pipa pralon sebesar 1 atau 2 inchi. Lubang pralon ini disambungkan dengan pra-lon yang agak panjang pada bagian luar kolam.
Jika hendak membersihkan kolam, lubang pralon sebelah dalam harus disambung dengan slang, yang bertugas mencari kotoran. Pada waktu tidak dipakai, lubang ini ditutup dengan pralon pendek yang dihadapkan ke atas. Dengan cara ini akan me-mungkinkan kita untuk membersihkan kotoran setiap kita mau, tanpa khawatir suatu saat kita lupa menutup lubang kolam sehingga kolam tidak akan kekeringan.
4. Sistem sifon yang diperbaiki
Cara lain untuk membersihkan air adalah dengan memakai prinsip sistem sifon yang dipadukan dengan sistem tekanan air. Bangunan pintu pembuangan berupa pralon yang lebar pada bagian atas-nya dan sempit bagian bawahnya. Air kotor pada bagian bawah akan keluar kolam karena adanya tekanan air yang masuk lewat pintu pemasukan air. Dengan cara ini kita bisa membuang air yang mati pada bagian bawah sekaligus kotoran yang meng-endap di dasarnya.
Dengan cara ini kita bisa membuang air setiap pagi, sekali sehari ketika ikan-ikan tidak sedang aktif. Dengan pembuangan air kotor dan mati secara teratur setiap hari paling tidak kita sudah bisa turut andil dalam menjaga kesehatan ikan.
5. Sistem pompa
Jika kita memiliki kolam yang sarat dengan koi, tentunya tidak memungkinkan bagi kita untuk mengeluarkan air secara leluasa. Namun Janga
n kecil Fiati, sekarang di pasaran sudah banyak tersedia pompa kecil yang mampu membantu kita mengatasi kesulitan ini. Pompa ini selain mengeluarkan air yang mati dan kotoran-kotoran, juga bisa dipakai untuk menambah aerasi dalam kolam. Ini tentu bisa dikaitkan apabila dalam kolam itu dilengkapi batu terjunan, dan pompa dipakai untuk memutar air dari kolam ke unit filter dan dibawa naik baru keluar dari atas.
Jika pompa hanya dipakai sebagai sarana untuk membersihkan air, Sebaiknya dioperasikan pada pagi hari. Pada pagi hari, kotoran masih mengendap di dasar kolam dan ikan belum begitu aktif, sehingga memudahkan kerja kita. Pada siang hari ketika suhu sudah naik, kotoran di dasar kolam akan naik dan menyulitkan ketika disedot pompa. Lebih-lebih kotoran yang sudah mengambang akan pecan ketika tersentuh.
6. Sistem sirkulasi air
Cara paling mutakhir yang efektif dan efisien untuk membersihkan air kolam adalah dengan sistem sirkulasi air. Dengan membangun unit penya-ring mini di samping kolam, baik dengan bangunan permanen ataupun bak fiberglass, air dari kolam dinaikkan dan setelah melewati unit filter air kembali masuk ke dalam kolam dalam keadaan bersih. Di dalam unit penyaring diberi busa untuk menghambat kotoran-kotoran supaya tidak terikut air. Busa ini harus dicuci setiap 2 atau 3 hari sekali. Dengan cara ini pekerjaan membersihkan air men-jadi praktis dan tidak membutuhkan banyak tenaga dan biaya.

Menyetek Tanaman Perdu




SEBENARNYA menanam tanaman perdu cukup mudah yakni melalui stek.Walaupun mudah,tapi kalau tidak tahu dalam hal vercocok tanam,maka tanaman perdu—semacam melati,remujung,anggur dan lainnya—tidak akan mudah tumbuh dengan baik.Bahkan tidak akan tumbuh sama sekali. Mengapa demikian? Sebab,system stek juga mengundang risiko gagal sekalipun kecil,baik karena akar tidak keluar akibat terjadinya pembusukan. Walau system perbanyakannya sama yakni stek,tapi tiap tanaman mempunyai sifat dan kebiasaan berbeda-beda.Karena itu perlu sedikit pengetahuan dan persiapan matang,terutama yang menyangkut media tanam,peralatan dan bahan-bahan yang diperlukan untuk melakukan penyetekan. Media tanam yang baik untuk tanaman remujung misalnya,yaitu campuran tanah 25 persen,pupuk kandang 50 persen dan pasir 25 persen. Untuk menghindari ancaman cacing nematode,maka media tanam itu perlu diberi insektisida khusus untuk cacing nematode. Kemudian media tanam untuk melati,yakni campuran pasir kasar,,cincangan batang pakis atau tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:2 ditambah dengan sedikit arang yang sudah remuk/bubuk. Sedangkan media tanam yang paling baik untuk tanaman anggur adalah campuran humus,mos dan pasir dengan perbandingan 2:1:1.Ketiga bahan itu sebaiknya diayak dulu sampai halus,kemudian baru dicampur dan disterilkan dengan cara mengukusnya pada suhu 80oC selama beberapa jam.Setelah itu, ukur derajat keasamannya; kalau angka pH-nya 6 ke atas,berarti sudah memadai untuk media tanam. Peralatan stek yang perlu dipersiapkan adalah pisau tipis yang tajam atau gunting potong yang tajam,pot atau polybag dan larutan zat pengatur tumbuh (ZPT) Hobsonal 5 EC.Bahan steknya bisa dari pucuk cabang yang sudah patah,potongan batang atau cabang maupun potongan akar. Untuk potongan atau bahan stek panjangnya minimal 10-15 cm dan memiliki 2-3 helai daun.Sementara ujung bawah dahan stek diruncingkan dengan cara memotongnya miring kira-kira 45 derajat.Untuk merangsang keluarnya akar lebih cepat,bahan stek kemudian direndam dalam larutan ZPT Hobsonal 5-EC,kemudian ditancapkan dalam pot atau polybag yang sudah diisi media tanam. Supaya tidak terjadi penguapan secara berlebihan,stek yang sudah ditanam itu dibungkus dengan plastik,dan diletakkan pada tempat yang sejuk dan lembab.Adapun suhunya sekitar 20-28oC,penyiraman hanya dilakukan kalau media tanamnya tampak kering.Hal ini untuk menghindari pembusukan stek.Sedangkan pemupukan cukup dengan beberapa butir NPK dan bisa pula diberikan dalam bentuk butiran atau larutan. Selama 1-4 minggu,kalau stek masih tetap hijau segar berarti penyetekan berhasil dengan baik.Namun,kalau stek kuning layu bisa jadi gagal.Bila stek sudah tumbuh dan daunnya sudah mencapai sekitar 8 helai,maka boleh dipindahkan ke tempat yang lebih terbuka.Kalau masih di dalam polybag, maka bisa dipindahkan ke pot atau langsung ke tanah.Sementara itu,untuk merangsang pertumbuhan dan produktivitas,maka sebulan sekali sebaiknya disemprot dengan ZPT Hobsonal 5-EC.