Wednesday, August 10, 2011

Desain Roof Garden


roofgarden


roof garden

MENIKMATI keindahan taman tak harus di bagian depan, samping, maupun di belakang hunian. Lantai atas hunian pun bisa disulap jadi taman asri.
Taman di lantai atas lazim disebut roof garden, biasanya dibuat untuk menyiasati keterbatasan ruang di bagian dasar hunian. Terlebih pembangunan di kota metropolitan berorientasi kepada pembangunan vertikal. Mendesain taman di lantai atas sebuah hunian prinsipnya hampir sama dengan konsep menanam tanaman di dalam pot. Namun, skala medianya agak lebih besar karena berkaitan dengan bangunan yang ada. ”Meskipun konsepnya sama, pengaplikasiannya tidak sesimpel menanam pohon dalam pot,” ingat arsitek lanskap Imannuel Purba.
Adapun yang perlu diperhatikan adalah sistem aliran air di lantai atas tersebut.Apakah sudah ada atau belum. Kalau belum ada, terlebih dulu harus dipersiapkan. Lantas, airnya akan mengalir ke mana.Jangan sampai terjadi genangan air yang pada akhirnya dapat membuat rembesan atau bocor ke lantai bangunan. Iman menyarankan, dasar lantai yang akan dijadikan taman terlebih dulu dilapisi dengan lapisan waterproof. Selanjutnya baru di atas lapisan tadi diisi tanah yang akan menjadi media untuk menanam berbagai tanaman. Tujuan pelapisan waterproof tadi supaya air dari tanah tadi tidak tembus masuk ke lapisan beton atau dak lantai atas.
Karena itu lantai tersebut terhindar dari rembesan dan kebocoran. Adapun ketinggian tanah yang diperlukan di lokasi tadi sangat bergantung dengan jenis tanaman yang akan ditanam itu sendiri. Bila tanamannya cukup besar,maka membutuhkan tanah yang lebih tinggi. Bila tanamannya ukuran kecil, maka ketinggian tanah bisa diminimalkan. Khusus untuk taman atap yang difungsikan untuk taman estetika, Baginda Simatupang punya alternatif pengganti media tanam selain tanah.Roof garden seyogianya tidak lagi menggunakan media tanah. Karena itu tanah punya beban masa yang besar dan berat. Lebih baik memilih media yang lebih ringan.
Tujuannya supaya dak lantai atas tidak menahan beban terlalu besar. ”Di samping berat masanya juga berkaitan dengan aspek perawatan taman. Kalau menggunakan media tanah, ketika harus disiram,maka saluran endapannya akan menjadi berwarna cokelat dan dapat membuat kotor lantai atas,”katanya. Anggota Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) menjelaskan, media tanam tanah bisa digantikan dengan humus,kompos, batu-batuan apung, sabut kelapa atau ijuk yang diberikan lapisan sedikit lapisan pasir di atasnya.Karena dibuat di lantai atas yang bebas dari naungan apa pun dan mendapatkan sinar matahari lebih, penguapan lebih cepat terjadi.
Dengan kondisi seperti tadi bila menggunakan media tanam berupa tanah, maka dapat menyerap dan meneruskan panas. Jadi bila bagian di atasnya panas, maka menjadi ikut panas. Berbeda halnya dengan media alternatif seperti ijuk atau kompos tadi. Media ini berfungsi menyimpang dari kebiasaan tanah. Sebagian dari media alternatif itu dapat menahan panas sehingga tidak terjadi penguapan.

viva kosmetik

 Gambar Potongan Roof Garden

Desain Taman Rumah Tingal

oleh: fajar arifianto


alam sutera

 Lanskap Deck Kolam Renang, Rumah Tinggal

alam sutera
Lanskap Deck Kolam Renang, Rumah Tinggal

 alam sutera
 Taman Rumah Tinggal,

 
alam sutera
 
Pagar Tanaman,


 
alam sutera

KOI PONDS


FILTER KOLAM KOI


Tuesday, August 9, 2011

Gazebo Di Atas Kolam Koi



Simfoni Alam Tropis di Taman Bukan sekadar taman tropis dengan kolam ikan. Ada jembatan sebagai area favorit, yang menyatukan seluruh anggota keluarga.

Sinar matahari pagi mengguratkan bayangan di atas permukaan kolam dan dek. Kecipak puluhan ekor Koi yang tengah memperebutkan jatah makan pagi, menciptakan riak-riak air di permukaan. Suara burung Cucak Ijo, Murai Batu, dan Kenari, saling bersahutan. Suasana pagi yang indah.

“Suasana seperti ini sudah susah didapat, kalau tidak sengaja kita ciptakan,” ucap Kurnia Ningsih, sang nyonya rumah. Itulah sebabnya, ia tak pernah menyesal telah mengalokasikan 77m2 lahan huniannya untuk taman belakang yang asri ini.

Kolam, yang sesungguhnya menjadi “jiwa” suasana di taman itu, membentang sepanjang 9,5m dengan lebar 4m. Kolam sedalam 60cm ini diisi lebih dari 40 ekor Koi. Meski berhubungan langsung dengan alam terbuka, air di dalam kolam terlihat jernih dan terpelihara kebersihannya.

Di atas kolam membentang sebuah jembatan ukuran ± 4,2mx 3m. Letaknya 10cm di atas permukaan air. Dek jembatan dari lembaran papan bangkirai itu pun seolah-olah melayang. Jembatan inilah tempat favorit keluarga, untuk menghabiskan waktu bersama sambil memberi makan ikan-ikan.

Kolam dikelilingi tanaman hijau. Di sua sisinya tumbuh Pisang Madagaskar (Ravenala madagascariensis). Tanah di antara pohon-pohon pisang itu ditanami Air Mancur (Russelia juncea). Di tengah kolam juga ada tanaman, seperti Kamboja (Plumeria rubra) dan Lilil Air Mancur (Hymenocallis sp). Keduanya tumbuh di dalam pot beton yang “direndam” dalam air kolam, dengan ukuran pot sedikit lebih tinggi dari permukaan air.

Sinar matahari, udara, air, dan tanaman, adalah empat elemen alam yang membangun suasana alami di halaman belakang ini. Pemilik rumah tak lupa menambahkan napas kehidupan melalui ikan-ikan Koi dan burung dalam sangkar, yang digantung tak jauh dari teras. Suara kicauan burung menggenapi keindahan suasana taman.
Incoming search terms:, kolam taman rumah, taman rumah tropis, kolam koi minimalis, taman kolam Tropis, gazebo diatas kolam, suara cucak hijau, rumah taman tropis, alam tropis, KOLAM IKAN TROPIS, gazebo diatas kolam Koi

Jineng Gaya Bali


Jineng gaya Bali ini mendapat modifikasi di sana-sini. Umumnya jendela pada jineng hanya dibuat pada bagian depan dan belakang. Adanya jendela samping membuat pemilik rumah memperoleh view ke arah kolam renang, halaman belakang, dan tampak samping rumah.


Modifikasi lainnya, adanya tangga untuk naik ke bagian atas jineng. Posisi tangga berada di bagiandepan. Peletakan itu dimaksudkan agar tidak menghalangi sirkulasi orang dari halaman samping ke halaman belakang.

Hal yang menarik, adalah material yang digunakan. Mulai dari tiang, lantai, dinding, hingga tangga, semua menggunakan kayu kelapa. Sementara penutup atapnya adalah alang-alang. Alang-alang dipasang dalam jarak 2cm-3cm, sehingga tercipta ketebalan sekitar 30cm. Untuk memastikan atap benar-benar terlindung dari curah hujan, pada pertemuan atap diberi penutup berupa nok. Lalu, agar lebih menarik, dipasang ornamen berbentuk swastika.

Hal menarik lain adalah boks lampu custom made yang dipasang pada tiang jineng. Boks lampu dibuat dari bahan kayu kelapa. Bohlam yang digunakan adalah jenis hemat energi. Boks serupa juga dipasang di teras jineng.




Gangguan nyamuk seringkali datang ketika sedang bersantai di gazebo? Anda bisa mengakalinya dengan memasang kelambu. Selain sebagai penghalau serangga, kelambu juga membuat tampilan gazebo menjadi unik dan lebih manis.

Gazebo yang satu ini bisa menjadi contoh tampilan gazebo berkelambu. Ukurannya 3mx3m, dengan tinggi panggung sekitar 50cm dari permukaan lantai. Material kayu kelapa digunakan sebagai tiang. Sedangkan untuk penutup lantai menggunakan kayu jati solid. Gazebo ini bisa menampung hingga sepuluh orang.

Pada keempat sisi gazebo dipasang kelambu berbahan tirai belacu. Tirai putih, tipis, dan melayang ini digantung pada rel aluminium. Rel tampak tersembunyi, dengan memasangnya pada rangka plafon.

Ketika malam tiba, kelambu dapat dibentangkan. Lambaian tirai kelambu yang terkena angin memberikan kesan manis. Duduk di dalam gazebo pun nyaman tanpa gangguan nyamuk. Tak ketinggalan diletakkan sebuah matras berwarna biru sebagai alas duduk.

Ingin bersantai bersama keluarga atau teman-teman, di waktu luang? Gazebo ini bisa menjadi alternatif tempat bersantai yang nyaman.

Keberadaan gazebo bisa menjadi daya tarik utama halaman rumah. Gazebo berasal dari kata gaze (Inggris) yang artinya memandang, dan ebo (Latin) yang artinya ke luar, sehingga maknanya kurang lebih menjadi tempat untuk memandang ke luar.

Dari pengertian tersebut, Anda dapat menggambarkan bahwa memang gazebo, diperuntukkan sebagai tempat duduk-duduk dan bersantai sambil memandang sekeliling rumah.

Sebetulnya tak ada patokan pasti soal membuat gazebo di taman. Namun agar suasana gazebo lebih nikmat dan menyenangkan, perhatikan hal-hal berikut.

Sama dengan teras atau balkon, gazebo dapat terbangun pada bagian depan, samping, dan belakang halaman. Setiap penempatan gazebo mewajibkan ketersediaan taman indah dan kemudahan akses.

Gazebo sebaiknya memiliki luas 1/5 dari total luas area halaman di rumah. Hal ini agar proporsi gazebo dan halaman seimbang. Gazebo yang lebih besar dari angka itu dapat membuat suasana halaman penuh sesak.

Ukuran minimal gazebo 2 meter x 2 meter demi mengoptimalkan kegiatan Anda. Dengan ukuran itu, Anda masih dapat menempatkan dua kursi bantal, meja kecil, serta dua-aksesori di atas meja.

Jarak minimal gazebo sebaiknya adalah 2 meter dari tembok terdekat rumah. Dengan jarak ini, Anda perlu membuat kompensasi sisi tembok yang berlawanan berupa unsur taman, seperti kolam, air terjun, tempayan, dan tanaman indah.

Berhati-hatilah menempatkan gazebo di bawah pohon besar jenis pohon buah (mangga, rambutan, dan kelapa). Jika buah dari pohon itu jatuh, akan mengancam kerusakan gazebo Anda. Pohon buah juga berpotensi bermukimnya inang serangga (semut, ulat bulu, dan kumbang) yang jika berdekatan dengan gazebo bakal mengganggu kenyamanan pengguna.

Akses menuju gazebo dapat berupa jalan setapak. Lebarnya 40cm sampai 90cm agar memberikan cukup keleluasaan. Dengan akses ini, Anda seolah-olah terundang untuk berada di gazebo setiap ingin menikmati keindahan taman. Jalan setapak sebaiknya dibuat berkelok-kelok melalui sudut-sudut taman yang menarik.

Tata cahaya membuat gazebo tampil cantik. Sebaiknya lampu gazebo dapat dinyalakan dari dalam rumah, sehingga ketika cuaca buruk sekalipun Anda tetap dapat menyalakan lampu. Lampu juga perlu memiliki sekring tersendiri sehingga tidak mempengaruhi penggunaan listrik di rumah induk.

Gangguan nyamuk sering kali datang ketika sedang bersantai di gazebo? Pasang saja kelambu yang sekaligus mempercantik tampilan gazebo.

Pada keempat sisi gazebo dipasang kelambu berbahan tirai belacu. Tirai putih, tipis, dan melayang ini digantung pada rel aluminium. Buat rel tampak tersembunyi, dengan memasangnya pada rangka plafon.

Ketika malam tiba, kelambu dapat dibentangkan. Lambaian tirai kelambu yang terkena angin memberikan kesan manis. Duduk di dalam gazebo pun nyaman tanpa gangguan nyamuk. Tak ketinggalan diletakkan sebuah matras berwarna biru sebagai alas duduk. Bahkan ada juga yang menaruh sofa.

Fungsi Mirip Saung

Sebenarnya masyarakat Indonesia sudah sangat terbiasa dengan keberadaan fungsi beristirahat di bangunan kecil. Di mana para petani akan melepas kelelahan setelah bekerja seharian penuh di sawah atau ladang, dengan bersantai di saung.

Bale bengong, merupakan istilah lain dari gazebo yang banyak digunakan oleh masyarakat Bali, walaupun bale yang sekarang amat berbeda dengan bale asli yang ada dalam tatanan arsitektur Bali. Bale yang asli adalah sebuah bangunan berbentuk persegi panjang dengan 12 tiang dan dipergunakan juga untuk paviliun atau tempat beristirahat pada acara-acara upacara keagamaan masyarakat Bali.

Walaupun sudah bergeser dari konsep awal bale, tetapi bale bengong yang masih banyak Anda temui tetap menggunakan elemen-elemen masih mirip dengan aslinya. Hanya sedikit modifikasi pada beberapa bagian.

Bentuk bale bengong model sekarang juga masih didasarkan pada alam orang-orang Bali yang terdiri dari 3 elemen, atap yang menggambarkan alam Tuhan, tiang yang menggambarkan alam manusia dan dasar menggambarkan dunia bawah. Dengan fungsi sebagai tempat bersantai dan beristirahat di halaman rumah.

Berugak, mungkin sebagian besar masyarakat masih asing mendengar istilah bangunan ini, tetapi tidak untuk masyarakat di Pulau Lombok. Bangunan ini seakan-akan menjadi kebutuhan wajib pelengkap arsitektur rumah tinggal yang diletakkan di halaman depan rumah.

Fungsi berugak sama dengan gazebo dan bale bengong, sebagai tempat untuk berisitirahat, menerima tamu secara informal, beribadah dan berinteraksi dengan lingkungan di sekitar rumah.

Untuk material yang digunakan seperti apa? Berugak hampir sebagian besar memiliki tiang 4 tetapi ketika lahan yang tersedia cukup luas dan kebutuhan akan tempat tersebut sangat tinggi dapat digunakan tiang berjumlah 6 dengan modul 2-3 m per kolom.

Atap ilalang menjadi penutup bangunan yang asli digunakan pada berugak, hanya saja kesulitan dan harga material yang mahal masyarakat banyak yang bergeser pada genteng dan seng dengan tetap mempertahankan konsep panggung dan umpak pada bangunan berugak.